Sabtu, 24 Desember 2011

Tugas MK : MEDIA PEMBELAJARAN TP Semester II

PERANCANGAN MEDIA POWER POINT PEMBELAJARAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV)
Oleh : Rina Oktopiani
Dalam Perancangan Media menurut Smaldino menerapkan prinsip ASSURE, yaitu :
A = Analize Learners (Menganalisis karakteristik siswa)
S = State Objective (Menetapkan tujuan)
S = Select Methode, Media and Materials (Memilih metode, media dan bahan)
U = Utilize media and materials (Penggunaan media dan bahan)
R = Require learner participation (menyiapkan partisipasi pebelajar)
E = Evaluate and revise (Evaluasi proses dan hasil belajar serta melakukan revisi)
Berikut diberikan contoh penerapan prinsip ASSURE tersebut dalam perancangan media pembelajaran.
Sekolah                       : SMP Negeri 2 Reteh
Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas / Semester          : VIII / I
Standar Kompetensi   : Memahami system persamaan linier dua variable dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
A = ANALIZE LEARNERS (ANALISIS SISWA)
Salah satu pedoman pemilihan media pembelajaran yang efektif, harus ada kesesuaian antara karakteristik siswa dengan isi metode, media, dan bahan pembelajaran. Tahap pertama dalam model ASSURE adalah analisis siswa.
Hal ini tidak mudah untuk menganalisis ciri-ciri setiap siswa. Beberapa faktor dan kriteria untuk membuat dan memutuskan media yang baik antara lain:
a)   Karakteristik umum
Siswa yang akan mengikuti pembelajaran ini adalah siswa SMP kelas VIII yang rata-rata berusia antara 13 – 15 tahun. Mempunyai kultur budaya yang tidak jauh berbeda. Berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Pekerjaan orang tua petani dan buruh.
Siswa tidak bersemangat pada subjek materi, salah satu pertimbangan untuk menggunakan stimulus tinggi pembelajaran, misalnya media presentation.
b)       Kompetensi khusus awal
Ketika memulai perencanaan pembelajaran, anggapan pertama bahwa siswa belum menguasai pengetahuan atau keahlian yang diperlukan adalah salah. Realisasi pendapat ini bahwa pengajar harus mempunyai asumsi bermacam-macam tentang kompetensi awal melalui arti informal (misalnya pertanyaan dalam kelas atau interview luar kelas) atau arti lebih formal (misalnya tes dengan standart atau tes dari guru). Tes awal merupakan assesment, keduanya formal dan informal, yang menentukan apakah siswa mempunyai keahlian penting yang harus dimiliki.
Dalam hal ini, siswa diberikan tes awal yang berisikan materi-materi prasyarat dalam mempelajari persamaan linier dua variabel. Materi terdiri dari aljabar dan persamaan linier satu variabel. Dari tes yang diberikan 75 % siswa mempunyai bekal yang cukup untuk mengikuti materi selanjutnya. 25 % siswa lagi perlu bimbingan khusus untuk mampu mengikuti materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel.
c)        Gaya belajar
Gaya belajar berpengaruh pada ciri-ciri psikologi yang berpengaruh pada respon siswa terhadap beberapa stimulus, misalnya: keinginan, bakat, kecenderungan pada visual atau audiotori, dan sebagainya. Variabel gaya belajar didiskusikan dalam literatur dapat dikategorisasikan seperti preferensi pemahaman dan kemampuan, kebiasaan memproses informasi, faktor motivasi, dan faktor psikologi.
Siswa di kelas ini mempunyai kecendrungan kemampuan logika/matematika rendah, kemampuan verbal/linguistik (bahasa) lebih berkembang, kemampuan visual/spasial juga berkembang. Siswa lebih suka belajar dengan melihat dan mendengarkan. Masih lebih cepat mengikuti pembelajaran jika dijelaskan dengan detail oleh guru. Siswa juga mempunyai semangat jika diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah berpasangan dengan teman sebayanya. Dilihat dari segi motivasi, siswa mempunyai motivasi yang kurang baik dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Jadi perlu perhatian penuh guru dalam memotivasi siswa.
Dilihat dari gaya belajar yang dimiliki siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Reteh ini, maka media yang bisa membangkitkan motivasi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki siswa adalah menggunakan media presentasi animasi.

S = STATE OBJECTIVE (MENETAPKAN TUJUAN)
Langkah kedua dalam model ASSURE dalam penggunaan media pembelajaran adalah menentukan tujuan pembelajaran. Hasil pembelajaran apa yang diharapkan tercapai pada masing-masing siswa? Lebih jelasnya, Kemampuan baru seperti apa yang harus siswa miliki saat selesai pembelajaran? Sebuah tujuan adalah bukan pernyataan dari apa yang guru rencanakan untuk memulai pembelajaran tetapi apa yang seharusnya siswa peroleh dari pembelajaran.
Menentukan Tujuan dengan baik melalui ABCD
Secara baik-menentukan tujuan dimulai dengan sebutan Audience (siswa) yaitu siapa tujuan yang dimaksud. Kemudian secara khusus Behavior atau kemempuan yang ditunjukkan dan Condition yaitu tindakan atau kemampuan yang diamati. Terakhir, Degree menunjukkan keahlian baru yang harus diraih-standart kemampuan yang dapat dinilai.
Tujuan Dalam Pembelajaran ini dapat dibagi menjadi sebagai berikut:
Kognitif : -    Siswa mampu menentukan penyelesaian dari sistem persamaan linier dua variabel
-          Siswa mampu membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV)
Afektif : - Siswa mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan  SPLDV
Psikomotor : - Siswa mampu menggambarkan grafik dari penyelesaian SPLDV
Intrapersonal : - Siswa mampu berdiskusi dengan teman sebaya untuk membuat model matematika dari permasalahan yang berhubungan dengan SPLDV
-          Siswa mampu mengahargai pendapat teman sebaya

S = SELECT METHODE, MEDIA AND MATERIALS (MEMILIH METODE, MEDIA DAN BAHAN)
Sebuah rencara yang sistematic untuk penggunaan media tentunya memerlukan metode, media, dan bahan yang dipilih secara sistematik dalam bagian pertama. Proses pemilihan memiliki tiga langkah: (1) menentukan metode yang sesuai untuk memberikan tugas pembelajaran, (2) memilih format media yang sesuai untuk membawa hasil dari metode, (3) memilih, memodifikasi, atau merancang bahan khusus dalam format media.
Metode : Metode dalam Pembelajaran ini adalah Metode Pembelajaran Langsung
Media & Bahan : Sesuai dengan karakteristik siswa dan kemampuan siswa yang telah dipaparkan sebelumnya, maka media yang digunakan pada pembelajaran ini adalah Media Power Point. Media Power point digunakan untuk menarik perhatian siswa dengan berbantukan komputer  dan LCD Proyektor yang telah tersedia di sekolah. Selain itu, guru juga menggunakan kertas karton yang berfungsi sebagai lembar kerja siswa, dimana siswa akan memaparkan hasil kerjanya di depan kelas. Tugas yang diberikan kepada siswa dikerjakan secara berpasangan dengan teman sebayanya, hasil dituliskan dengan menggunakan Spidol dan ditempelkan pada White Board.

U = UTILIZE MEDIA AND MATERIALS (PENGGUNAAN MEDIA DAN BAHAN)
Langkah berikutnya adalah penggunaan media dan bahan ajar oleh siswa dan guru. Melimpahnya ketersediaan media dan bergesernya filsafat dari belajar yang berpusat pada guru ke siswa meningkatkan kemungkinan siswa akan menggunakan bahan ajarnya sendiri. Dalam pengajaran yang berpusat pada guru maupun siswa, perlu dipakai pedoman 5P berikut:
a.       Meninjau Ulang Bahan Ajar
Guru memeriksa terlebih dahulu bahan ajar yang telah dipersiapkannya dan meninjau kembali apakah sudah sesuai dengan tujuan dan kondisi siswa
b.      Menyiapkan Bahan Ajar
Sangat penting pula untuk menyiapkan media dan bahan ajar untuk mendukung aktifitas pembelajaran yang direncanakan. Dalam menyiapkan bahan ajar, langkah pertama adalah mengumpulkan semua materi dan peralatan yang akan diperlukan, kemudian menentukan urutan penggunaan bahan ajar dan medianya. Dalam hal ini, guru mempersiapkan computer/laptop, LCD Proyektor, white board, meninjau sambungan listrik, mempersiapkan kertas karton, spidol, double tip dan hal lainnya yang mendukung proses pembelajaran. Dalam pembelajaran menggunakan media power point, Smaldino, dkk memberikan urutan perancangan materi visual melalui power point, sebagai berikut:
Perancangan:
1.      Memilih jenis huruf, ukuran dan warna yang sesuai dan mudah dibaca
2.      Menggunakan latar belakang yang berwarna terang dengan huruf yang berwarna gelap
3.      Judul diletakkan pada bagian tengah atas slide
4.      Gunakan komunikasi yang singkat, gunakan kata pada slide seminimum mungkin. Jika perlu kata yang lebih banyak lagi gunkan slide berikutnya.
5.      Gunakan sebuah tamplate untuk membuat sebuah format visual yang konsisten
6.      Kurangi fitur-fitur yang mengganggu konsentrasi siswa, seperti lonceng dan peluit yang berlebihan
7.      Gunakan gambar yang sesuai
8.      Gunakan transisi atau proses bergantinya slide ke slide berikutnya dengan konsisten, dan hindari suara berisik dengan transisi
9.      Gunakan bangunan yang sederhana. Efek bangunan merupakan bagaimana teks atau gambar diperkenalkan dalam satu slide
10.  Jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan efek animasi
11.  Gunakan suaranya hanya jika bias meningkatkan presentasi anda
12.  Dapat juga menggunakan catatan kaki untuk mengidentifikasi slide 
      Tahap Pelaksanaan
  1. Membuka aplikasi Microsoft power point 
  2. Memilih tamplate atau background
  3. Mengamati gambar dengan seksama serta mengidentifikasi proses atau bagian dari gambar yang perlu diketahui oleh siswa
  4. Mulai menuliskan materi, namun harus diingat bahwa slide yang dibuat harus runtut
  5. Memilih warna background dan warna tulisan yang tepat, sehingga dalam penyampaian slide yang ditampilkan terlihat jelas
  6.  Menggunakan efek animasi yang serasi dan indah, sehingga pembelajaran menjadi menarik
  7.  Mengecek ulang apakah ada kesalahan letak atau pemberian efek anmasi yang tidak sesuai
Tahap Akhir
Setelah pembuatan slide presentasi selesai, hasil dapat dilihat dengan menggunakan slide show yang merupakan hasil keseluruhan presentasi. Dalam pembelajaran di kelas akan diproyeksikan dengan menggunakan LCD proyektor.
c.       Menyiapkan Lingkungan Belajar
Dimanapun kegiatan pembeajaran baik di kelas, lab, pusat media, lapangan atletik, dll sangat perlu dipersiapkan dan diatur kesesuaiannya dengan penggunaan bahan ajar dan medianya. Beberapa faktor sering dianggap remeh adalah keadaan tempat duduk, ventilasi, suhu, pencahayaan, dan sumber listrik. Beberapa media mungkin perlu keadaan ruang yang gelap, maka harus disesuaikan, dll.
d.      Menyiapkan Siswa
Penelitian pada belajar sangat jelas menunjukkan bahwa keberhasilan belajar sangat bergantung pada kesiapan siswa untuk belajar. Berikut cara-cara untuk menyiapkan siswa:
1)      Penyampaian tentang apa yang akan dipelajari.
2)      Cerita rasional yang berhubungan dengan SPLDV yang akan dipelajari.
3)      Pernyataan yang memotivasi tentang perlunya mempelajari SPLDV
4)      Arahan-arahan yang mengarahkan perhatian.
e.       Menyediakan Pengalaman Belajar
Sekarang setelah semua hampir siap, maka yang harus diperhatikan adalah menyediakan pengalaman pembelajaran bagi siswa. Dalam pembelajaran kali ini, guru menyajikan informasi atau menyampaikan materi secara professional. Guru harus mampu mengarahkan perhatian siswa terhadap materi pembelajaran. Saat siswa mengerjakan latihan atau tugas, peran guru adalah sebagai pemandu atau fasilitator, yakni membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan dan fasilitator dalam diskusi kelas.

R = REQUIRE LEARNER PARTICIPATION (MENYIAPKAN PARTISIPASI PEBELAJAR)
Pendidik telah lama menyadari bahwa partisipasi aktif dalam proses belajar dapat meningkatkan belajar. Untuk itu, situasi belajar yang paling efektif mengharuskan agar siswa dapat mempraktikkan keterampilan yang mendorong ke arah pencapaian tujuan. Bentuk partisipasi tersebut dalam pembelajaran ini meliputi kegiatan memecahkan soal matematika yang berhubungan dengan SPLDV di lembar kerja. Selain itu, diskusi, kuis singkat dan latihan aplikasi bisa memberi peluang untuk praktik dan umpan balik selama pembelajaran berlangsung.

E = EVALUATE AND REVIEW (EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR SERTA MELAKUKAN REVISI)
a)      Evaluasi hasil Belajar siswa
Evaluasi dilakukan sebelum, selama dan sesudah pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai, karakteristik siswa diukur guna memastikan apakah ada kesesuaian antara keterampilan yang dimiliki siswa dengan metode dan bahan ajar yang akan digunakan. Selama dalam proses pembelajaran, evaluasi dilakukan menggunakan umpan balik dan evaluasi dir.i Evaluasi yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung memiliki tujuan diagnosa yang didesain untuk mendeteksi dan mengoreksi masalah pembelajaran dan kesulitan-kesulitan yang ada. Sedangkan sesudah pembelajaran, evaluasi dilakukan dengan memberikan tes kepada siswa terhadap materi SPLDV yang telah dipelajari sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
b)      Evaluasi Metode dan Media
Selain mengukur prestasi siswa, evaluasi juga meliputi assesmen terhadap metode dan media. Pada langkah ini muncul pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1)      Apakah bahan ajar pembelajarannya efektif?
2)      Apakah dapat ditingkatkan?
3)      Apakah efektif ditinjau dari pencapaian belajar siswa?
4)      Apakah presentasi memakan waktu lebih dari semestinya?
Terutama setelah digunakan, bahan pembelajaran perlu dievaluasi untuk menentukan apakah bisa digunakan di masa mendatang atau perlu dimodifikasi terlebih dulu. Untuk mengevaluasi metode dan media pembelajaran bisa digunakan diskusi kelas, wawancara perorangan dan pengamatan perilaku siswa. Muncul lagi pertanyaan-pertanyaan:
1)      Apakah media membantu siswa dalam mencapai tujuan?
2)      Apakah media efektif menarik perhatian siswa?
3)      Apakah media memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi?
c)      Evaluasi Pengajar
Pengajar juga perlu dievaluasi, sama seperti komponen lain dalam sistem (siswa, metode, media). tidak perlu takut untuk dievaluasi, karena hal ini dapat meningkatkan kinerja kita sebagai pengajar. Ada empat tipe dasar dari evaluasi pengajar:
1)      Evaluasi diri
2)      Evaluasi oleh siswa
3)      Evaluasi oleh teman sejawat
4)      Evaluasi oleh administrator
Untuk evaluasi diri, pengajar dapat merekam presentasinya dengan tape audio atau video, kemudian menyaksikannya dengan pedoman format evaluasi. Siswa dapat sangat membantu dalam evaluasi dengan memberikan balikan. Cara pengajar mendesain dan bagaimana respon siswa tentang desain tersebut merupakan masukan yang beragam. Pengajar dapat juga bertanya pada koleganya, biasanya dengan mempersilahkan pengajar lain untuk berada di belakang kelas dan melakukan pengamatan ketika kita melakukan proses pembelajaran.
d)     Revisi
Langkah terakhir dalam siklus pembelajaran ini adalah melihat kembali dan mengamati hasil data evaluasi yang telah terkumpul. Akan muncul pertanyaan pertanyaan sebagai berikut:
1)      Apakah telah sesuai antara apa yang diinginkan dan apa yang benar-benar terjadi?
2)      Apakah siswa dapat mencapai satu atau dua tujuan pembelajaran?
3)      Bagaimana reaksi siswa terhadap metode dan media pembelajaran yang dipakai?
4)      Apakah pengajar merasa puas dengan nilai bahan ajar yang dipilih?
Pengajar harus melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan serta masing-masing komponennya. Jangan lupa dibuat catatan-catatan segera setelah menyelesaikan pembelajaran dan lakukan rujukan ke catatan-catatan tersebut sebelum mengimplementasikan pembelajaran itu lagi. Jika data evaluasi anda ternyata menunjukkan adanya kekurangan di bidang-bidang tertentu, maka sekarang tiba saatnya untuk kembali memperhatikan bagian yang kurang tepat tersebut

RPP silahkan klik di sini :  http://www.ziddu.com/download/17932813/RPP.docx.html
Media power point klik di sini :
http://www.ziddu.com/download/17932897/persamaan-linier-dua-variabel.ppt.html
http://www.ziddu.com/download/17932989/persamaan-linier-dua-variabel-2.ppt.html





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar